ESGCSR & Komunitas

Rumah Ibadah, Ruang Merawat Toleransi Warga Desa

Mayawana Fasilitasi Rumah Ibadah, Dukung Toleransi Warga 1

PT Mayawana Persada memperkuat harmoni sosial warga konsesi melalui dukungan tempat ibadah lintas agama, bantuan Natal, Berkah Ramadan, dan Kurban.

Bagi masyarakat di sekitar konsesi PT Mayawana Persada, rumah ibadah adalah ruang berkumpul, mempererat kebersamaan, dan merawat ikatan sosial warga yang hidup dalam keberagaman. Asisten Social, Security, and License/Litigasi (SSL), Petrus Litang, menyebut bahwa kepedulian terhadap fasilitas keagamaan merupakan "benteng sosial nomor satu" dalam membangun komunikasi yang jujur dengan warga lokal.


"Sosial di lapangan tidak bisa dipisahkan dari nilai keagamaan, adat, dan budaya. Ketika kita menghormati dan memfasilitasi kebutuhan ibadah warga, kita sedang membangun pondasi kepercayaan yang kokoh," ujar Petrus.

Mayawana Fasilitasi Rumah Ibadah, Dukung Toleransi Warga 2



Dari Dusun Belinsak Hingga Bagan Kapas

Perjalanan dukungan keagamaan ini dimulai dari cerita-cerita kecil di lapangan. Di Dusun Belinsak, sebelum memiliki gereja sendiri, warga terbiasa menjalankan ibadah mingguan di ruangan sekolah. Pendekatan diawali sejak 2013 lewat penyediaan buku-buku lagu ibadah, hingga akhirnya perusahaan membangun gereja permanen dari awal pada 2019 seiring bertambahnya jumlah umat.


Kebutuhan serupa direspons di Bagan Kapas. Saat perayaan Natal, tim lapangan melihat ruang ibadah warga tidak lagi muat menampung seluruh jemaat. Melalui prosedur pengajuan proposal dan verifikasi lapangan, perusahaan membantu perluasan serta renovasi fasilitas agar ibadah dapat berlangsung nyaman.


Asisten Corporate Social Responsibility (CSR), Veronika Bella Cynthia, menegaskan bahwa seluruh bantuan keagamaan disalurkan secara adil dan tanpa memandang latar belakang keyakinan.


"Di area konsesi kami, masyarakatnya beragam. Bantuan diberikan merata baik untuk umat Kristen, Katolik, maupun Muslim, mulai dari perbaikan fisik keramik dan semen, hingga dukungan acara keagamaan seperti Natal, Berkah Ramadan, dan Kurban Idul adha," jelas Bella.


Mayawana Fasilitasi Rumah Ibadah, Dukung Toleransi Warga 4



Menjaga "Rumah Bersama" Melalui Sanggar dan Pemuda

Bagi tim lapangan, toleransi bukan sekadar menghargai perbedaan, melainkan merawat hubungan sosial sebelum munculnya masalah. Petrus mengibaratkan hubungan perusahaan dan warga seperti menjaga satu rumah bersama.

"Bagaimana PT Mayawana Persada bisa menjadi rumah bagi semua, bukan sekadar tempat kerja. Kalau rumah itu bocor, ayo kita tambal bersama-sama," ungkap Petrus.

Ke depan, pendekatan sosial keagamaan ini akan dikembangkan lebih jauh dengan merangkul anak-anak muda melalui kegiatan sanggar. Tempat ibadah dan fasilitas sosial akan difungsikan sebagai pusat pembelajaran budaya, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi pemuda desa, sehingga harmoni dan kemandirian warga dapat tumbuh secara berkelanjutan.


FAQ

Bagaimana PT Mayawana Persada merawat toleransi dan keberagamaan masyarakat desa?

PT Mayawana Persada membangun benteng sosial berbasis toleransi lintas agama melalui pembangunan dan renovasi tempat ibadah, seperti Gereja Belinsak, perluasan ruang ibadah di Bagan Kapas, serta renovasi masjid dan mushola. Program CSR ini dilengkapi dengan dukungan pada momen keagamaan (persembahan Natal, Berkah Ramadan, dan Kurban Idul adha) serta rencana pengembangan kegiatan generasi muda berbasis sanggar.