ESGKesehatan, Keselamatan & SDMCSR & Komunitas

Peduli Tumbuh Kembang Anak, PT Mayawana Persada Gelar Edukasi Stunting dan Salurkan Makanan Tambahan di Ketapang

Mayawana Peduli Stunting

PT Mayawana Persada memperkuat komitmen kesehatan masyarakat melalui program sosialisasi pencegahan stunting serta distribusi makanan tambahan bergizi bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional.

KETAPANG, KALIMANTAN BARAT — Masa depan sebuah daerah ditentukan oleh kualitas kesehatan generasi penerusnya. Salah satu tantangan mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia di kawasan pedesaan adalah ancaman stunting—kondisi gagal tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan asupan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak dalam kandungan hingga usia sekitar tiga tahun.


Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar konsesi, PT Mayawana Persada menggelar program sosialisasi pencegahan stunting terpadu di dua wilayah, yakni Desa Kualan Hilir dan Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang.


Edukasi Gizi Holistik dan Bantuan Pangan Tambahan

Program penanganan stunting ini dirancang menyeluruh dengan menggabungkan penyuluhan pola asuh bernutrisi dan intervensi gizi langsung. Selain memberikan pemahaman praktis kepada para orang tua, perusahaan membagikan paket makanan tambahan bergizi bagi anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan.


Untuk memastikan penanganan tepat sasaran dan terstandarisasi, PT Mayawana Persada menerjunkan tim medis internal perusahaan sekaligus berkolaborasi erat dengan tenaga kesehatan garda terdepan di wilayah setempat, termasuk bidan desa dan perawat puskesmas pembantu. Kolaborasi ini memastikan pemeriksaan status gizi dan antropometri anak berlangsung akurat sesuai panduan medis.


Dukungan Penuh Pemerintah Desa

Langkah proaktif perusahaan mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Sekucing Kualan, Yermiarim, menegaskan bahwa pendampingan gizi semacam ini sangat krusial bagi masa depan warganya.


"Program ini sangat bagus dan bermanfaat langsung bagi anak-anak di wilayah kami agar kita bisa menekan, mengurangi, dan syukur-syukur menghapus stunting sepenuhnya," ungkap pria yang akrab disapa Ami tersebut.


Ami menambahkan bahwa pihak desa siap mendampingi program ini agar dapat berjalan secara konsisten di lapangan. "Saya mendukung penuh dan siap membantu memfasilitasi pelaksanaannya agar hasilnya optimal," tegasnya.


IMG 20260508 152321


Menyelamatkan Potensi Kognitif Generasi Penerus

Asisten CSR PT Mayawana Persada, Kelvin J Setyadi, menjelaskan bahwa intervensi stunting merupakan investasi sosial jangka panjang perusahaan bagi masyarakat sekitar. Menurut Kelvin, dampak stunting tidak boleh dipandang sebatas masalah fisik luar semata.


"Anak yang mengalami stunting memang cenderung memiliki postur tubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Namun dampak yang jauh lebih kritis adalah terhambatnya perkembangan otak, penurunan kemampuan belajar, hingga rendahnya produktivitas mereka saat dewasa nanti," jelas Kelvin. "Oleh karena itu, pencegahan stunting harus kita lakukan secara terpadu dan berkelanjutan."


Melalui sinergi antara penyuluhan gizi, pelibatan tenaga kesehatan lokal, dan pemberian makanan tambahan, PT Mayawana Persada terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing bagi anak-anak di Kalimantan Barat.

FAQ

Di mana lokasi pelaksanaan program pencegahan stunting PT Mayawana Persada?

Program ini dilaksanakan di Desa Kualan Hilir dan Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Siapa saja tenaga kesehatan yang terlibat dalam inisiatif penanganan stunting ini?

Pelaksanaan program melibatkan dokter dan tim medis internal PT Mayawana Persada yang berkolaborasi langsung dengan tenaga kesehatan setempat, seperti bidan desa dan perawat lokal.

Apa bantuan yang diberikan oleh PT Mayawana Persada untuk anak terindikasi stunting?

Perusahaan menyalurkan paket bantuan makanan tambahan bergizi terukur serta memberikan edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) kepada para orang tua.