ESGNursery & RisetCSR & Komunitas

Dari Kampus Kembali ke Hutan: Cerita Para Sarjana Perempuan Pemimpin Lapangan di Nursery Mayawana

sarah

Kisah alumni UNTAN dan UPB yang menjadi Asisten Nursery PT Mayawana Persada. Mengaplikasikan ilmu kehutanan, memimpin tim, dan membantu pendidikan keluarga.

KETAPANG, KALIMANTAN BARAT (2026) – Pembibitan (nursery) PT Mayawana Persada di Kecamatan Simpang Hulu bukan hanya tempat tumbuhnya jutaan bibit pohon hijau, melainkan juga panggung pembuktian bagi para sarjana perempuan muda. Di industri yang sering diidentikkan dengan dunia laki-laki ini, para alumnus perempuan dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat dipercaya memegang peran krusial sebagai Asisten Nursery. Menjadi pemimpin tangguh yang mengawal langsung operasional dan sains kehutanan di lapangan.


Salah satunya adalah Sarah (26), alumnus Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) asal Bengkayang. Sarah bergabung dengan PT Mayawana Persada setelah lolos rekrutmen langsung yang diadakan perusahaan di kampusnya.


Meski harus tinggal di mess karyawan dan jauh dari hiruk-pikuk kota, Sarah mengaku betah. Baginya, hutan dan pembibitan adalah tempat terbaik bagi seorang sarjana perempuan untuk membuktikan kapasitas dan kepemimpinannya.


"Mayawana adalah tempat saya mengaplikasikan semua ilmu yang didapat saat kuliah. Di sini saya terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan melatih kedisiplinan sebagai perempuan yang memimpin tim operasional di lapangan," ujar Sarah yang sudah lebih dari tiga tahun bertugas.


Cerita yang tak kalah hangat datang dari Enesta Dayung Echi Pune (25) atau Echi, alumnus Universitas Panca Bakti (UPB) asal Simpang Dua, Ketapang. Bekerja di PT Mayawana Persada adalah impian Echi sejak di bangku kuliah, karena ia bisa meniti karir profesional secara mandiri tanpa harus jauh dari orang tua.


"Banyak pengalaman dan ilmu baru yang saya dapat di sini. Secara ekonomi pun jauh meningkat, sehingga saya sebagai anak perempuan bisa membanggakan dan membahagiakan orang tua," ungkap Echi penuh semangat.


Kebanggaan itu juga dirasakan oleh Nadia (25) dan Desi (27). Menjadi Asisten Nursery bukan hanya tentang pencapaian karir pribadi, tetapi juga tentang pembuktian bahwa perempuan mampu menjadi penopang utama masa depan keluarga. Dari penghasilan yang mereka sisihkan setiap bulan, keduanya berhasil membiayai sekolah dan kuliah adik-adiknya.


"Puji Tuhan, berkat kerja di sini saya bisa membantu biaya pendidikan kedua adik saya. Satu sudah tamat kuliah dan satunya lagi masih SMA," tutur Nadia tersenyum haru.


Kehadiran Sarah, Echi, Nadia, dan Desi menegaskan bahwa sains kehutanan dan kepemimpinan lapangan juga milik para perempuan. Lewat keahlian akademis, ketelitian, dan kehangatan dedikasi mereka, para sarjana perempuan ini membuktikan bahwa perempuan Kalimantan Barat mampu menjadi garda terdepan dalam mengawal keberlanjutan hutan di tanah kelahiran mereka sendiri.


FAQ

Apa peran sarjana perempuan di fasilitas nursery PT Mayawana Persada?

Para lulusan perguruan tinggi bertugas sebagai Asisten Nursery yang memimpin tim operasional lapangan, mengawasi standar sains silvikultur, menjaga kualitas bibit pohon, dan mengelola alur kerja harian pembibitan.

Dari kampus mana saja para sarjana perempuan ini direkrut?

Perusahaan merekrut lulusan berprestasi dari universitas di Kalimantan Barat, termasuk Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan Universitas Panca Bakti (UPB), baik melalui program kerja sama kampus maupun rekrutmen profesional terpadu.

Bagaimana dampak karier ini terhadap keluarga para profesional muda tersebut?

Penghasilan profesional dan fasilitas kerja yang stabil memungkinkan para asisten perempuan ini menjadi penopang ekonomi keluarga, termasuk membiayai biaya sekolah dan kuliah jenjang sarjana bagi saudara kandung mereka secara mandiri.